Kembali

Haji Mabrur: Ciri, Keutamaan dan Balasan Surga

Edukasi

04 October 2025 / By Admin

Haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh makna. Di antara seluruh tingkatan ibadah haji, terdapat satu predikat istimewa yang menjadi cita-cita setiap Muslim: haji mabrur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan keutamaan luar biasa dari ibadah ini:

“Haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Predikat mabrur bukan hanya sekadar gelar yang melekat pada seseorang setelah menunaikan haji. Ia adalah tanda bahwa ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT, tercermin dari kebersihan niat, kesempurnaan pelaksanaan manasik, dan perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah pulang ke tanah air.

Namun, pertanyaannya, apa sebenarnya makna haji mabrur? Bagaimana ciri-cirinya, dan apa saja keutamaan yang membuatnya begitu agung hingga dijanjikan surga? Mari kita ulas secara lengkap dalam pembahasan berikut. Apa itu Haji Mabrur?

Secara bahasa, istilah mabrur berasal dari akar kata al-birr yang bermakna "kebaikan". Dalam konteks haji, haji mabrur diartikan sebagai haji yang diterima oleh Allah—yaitu yang dilaksanakan dengan ikhlas, sesuai tata cara syariah, dan dihindari segala larangan. Ulama juga menyamakan makna mabrur dengan maqbul: diterimanya haji itu oleh Sang Khalik.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan tentang kemuliaan ibadah haji dengan sabdanya: “Siapa yang berhaji ke Kakbah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka dia pulang ke

negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari 1521, HR. Muslim 1350).


Ciri-ciri Haji Mabrur

Beberapa karakteristik yang menandai seseorang telah menunaikan haji mabrur meliputi:

- Menghindari perbuatan tercela seperti berkata kotor atau melakukan kemaksiatan selama menunaikan haji. Nabi bersabda:

“Barang siapa berhaji atas nama Allah, tidak melakukan rafats dan tidak berbuat fasik, maka kembali baginya seperti baru dilahirkan” (HR Bukhari & Muslim)

- Perubahan akhlak yang positif setelah kembali dari Tanah Suci: lebih rendah hati, jujur, amanah, serta menjauhi fitnah dan ghiba

- Memiliki kepedulian sosial, seperti memberi makan orang miskin dan menyebarkan salam, sesuai hadits:

"Memberi makan dan menyebarkan salam adalah tanda haji mabrur"

(HR Ahmad; sanad shahih menurut Al‑Hakim)


Keutamaan Haji Mabrur

Selain mendapat jaminan surga, haji mabrur memiliki keistimewaan lain:

- Menghapus dosa baik kecil maupun besar

Bahkan dosa bisa diibaratkan dihapuskan seperti debu dari pasir laut jika pelakunya benar-benar ikhlas .

- Membersihkan Hati dan Pikiran: Haji mabrur ibarat proses cuci bersih untuk jiwa kita. Sifat-sifat buruk seperti iri, sombong, dan marah mulai terkikis, diganti dengan rasa syukur dan iman yang semakin kuat.

- Menambah Iman dan Takwa: Haji mabrur membuat hubungan kita dengan Allah makin erat. Ibarat mengisi ulang baterai spiritual, hati jadi lebih tenang, iman bertambah, dan rasa taat kepada-Nya semakin kuat. Karena itu, penting sekali menjalani haji dengan niat tulus dan mengikuti tuntunan yang benar.

Kesimpulan Haji mabrur bukan sekadar gelar, tetapi pencapaian tertinggi dari ibadah haji yang dilaksanakan dengan niat tulus, tata cara yang benar, dan meninggalkan dampak positif pada akhlak serta kehidupan sehari-hari. Keutamaannya luar biasa—mulai dari penghapusan dosa, pembersihan jiwa, peningkatan iman dan takwa, hingga balasan surga yang dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mencapai predikat ini membutuhkan kesungguhan sejak mempersiapkan diri sebelum berangkat, menjaga hati dan lisan selama manasik, hingga mempertahankan kebiasaan baik setelah kembali ke tanah air.

Share with :